Halo gais, Saya berasal dari Kota Malang. Kota yang dikenal sebagai Kota
Pendidikan.Di Malang terdapat berbagai keanekaragaman seperti makanan khas,
budaya sampai dengan ciri khas.
Oleh karena itu saya sangat bangga tinggal di kota malang. Begitu juga dengan
teman-teman saya yang tinggal di malang.
Kebudayaan Kota
MalangKekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap
kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng
Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern.
Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura,
dan Tengger).Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu
sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur
Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di
lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis,
suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang
(AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada Malang.
Festival tahunan yang
menjadi event ikon tersendiri Kota Malang juga sering diadakan setiap tahunnya.
Beberapa festival kota tahunan contohnya, Festival Malang Kembali,Festifal
malang kembali diadakan untuk memperingati HUT Kota Malang, biasa digelar pada tanggal
21 Mei. Festival ini mengusung situasi kota pada masa lalu, mengubah
jalan-jalan protokol kota menjadi museum hidup selama kurang lebih 1 minggu
festival ini diadakan.
Di Malang juga terdapat berbagai makanan
khas, contohnya saja Bakso, bakso sendiri merupakan salah satu kuliner yang sangat khas dari kota Malang dan
disukai oleh banyak orang. Bakso asli Malang memiliki ragam isi yang cukup khas
yaitu berupa bakso atau pentol halus, pentol kasar atau biasa disebut tim,
gorengan, mie kuning, dan tahu. Selain itu biasanya juga disajikan lontong
sebagai teman makan bakso. Cita rasa yang khas dari bakso Malang membuat
makanan ini menjadi favorit bagi banyak orang dan dapat dengan mudah ditemui di
kota Malang sendiri.
Ciri khas kota malang
yang lainnya adalah Boso walikan atau bahasa yang di balik-balik. Misal saja
kamu menjadi umak, saya menjadi ayas. Boso walikan di gunakan sebagai petunjuk
identitas dan kebanggaan jika bertemu dengan orang malang. Boso walikan adalah
bahasa yang rumit tapi tetap asik. Bahkan para pejabat-pejabat tinggi yang asli
orang malang pun sering menggunakan bahasa walikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar